• April 16, 2024
Kuliner-Khas-Bandung

Mencoba Kuliner Khas Kota Bandung

Kota Bandung adalah kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sejak dulu Bandung memang terkenal sebagai surganya kuliner. Banyak makanan khas yang bisa di temui saat Anda berkunjung ke kota kembang ini.

Selain menjadi tempat rekomendasi wisata kota Bandung juga terkenal dengan makanan yang tidak kalah enak dari kota-kota lainnya. Dibawah ini ada beberapa rekomendasi kuliner di kota Bandung yang wajib anda coba jika ingin berkunjung ke kota Bandung.

Kuliner Khas Kota Bandung

    1. Peuyeum Bandung

      Berbicara soal kota Bandung tidak lengkap rasannya jika belum membicarakan berbagai kuliner khas kota kembang ini. Ya, di setiap penjuru Bandung terdapat berbagai makanan yang layak kita coba.

      Peuyeum biasanya dijual dengan cara digantungkan di langit-langit depan warung sederhana di pinggiran jalan. Anda juga dapat menemukan penjual peuyeum yang berkeliling. Namun sekarang penjual peuyeum keliling sudah jarang ditemui.

      Peuyeum memang elalu identik dengan kota Bandung. Jadi tidak heran apabila para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, di saat musim liburan mereka selalu membeli kudapan khas Bandung ini sebagai oleh-oleh. Bukan hanya wisatawan saja yang menyukai peuyeum ini, orang Bandung sendiri menjadikan peuyeum sebagai makanan ringan di saat sedang santai atau sekedar dijadikan buah tangan ketika sedang mengunjungi kerabat di luar kota Bandung.

      Nah, jika Anda berkunjung ke Bandung jangan lewatkan untuk mencicipi makanan khas kota kembang ini. Anda dapat membeli peuyeum khas bandung di pusat oleh-oleh yang berada di sekitar terminal Leuwipanjang atau Cileunyi.

    2. Seblak Basah

      Bandung  sejak dulu dikenal dengan surganya makanan unik. Salah satunya adalah seblak basah. Bentuk, tekstur dan rasanya yang unik akan membuat Anda ingin terus menyantapnya. Seblak basah terbuat dari kerupuk aci yang telah direbus atau dikukus yang kemudian ditumis di atas wajan bersama bumbu yang sudah dihaluskan. Seblak basah tidak disajikan dalam keadaan kering dan renyah, tetapi sedikit berair dan kenyal.

      Seblak sering diolah dengan cara lain. Ditumis dengan tambahan telur, mie, sayuran, dan bakso, seafood atau sosis, mirip kwetiau goreng komplit. Jajanan ini digemari masyarakat Bandung dan wisatawan karena enak, murah, dan mengenyangkan yakni Rp 10.000 per porsi. Anda bisa menjumpai pedagangnya di area sekolah, kampus, atau pusat perbelanjaan di Bandung. Nah, saat udara Bandung mulai terasa dingin, memang asyik makan seblak basah yang gurih, kenyal dan pedas.

    3. Nasi Timbel

      Disebut tersembunyi karena nasinya dibungkus daun pisang. Setelah dibuka, kamu bisa mendapati nasi putih hangat dengan aroma yang khas dan bisa menikmatinya dengan ditemani daging atau ikan, tahu, tempe serta sambal dan lalapan.

      Ingin mendapatkan rasa otentik dari makanan khas Bandung ini, langsung saja menuju ke nasi timbel Bawean, spot legendaris yang sudah berdiri sejak 1985. Selain pilihan lauknya yang melimpah, kamu juga bisa memilih varian nasi timbelnya, nasi timbel putih dan merah. Wow! Lokasinya berada di Jl. Bawean Pav. 3, Bandung, Merdeka, Sumur Bandung, Jawa Barat. Harganya mulai dari 4,000 IDR untuk satu porsi nasi timbel, sementara lauknya mulai dari 1,000 IDR hingga 15,000 IDR.

    4. Tahu Susu Lembang

      Berkunjung ke Lembang, pulangnya pun harus membawa Tahu Susu Lembang. Tidak hanya lezat, kuliner dari Lembang ini diklaim juga menyehatkan, lho! Kualitas tahunya juga berbeda dari kebanyakan, karena terkenal lembut. Selain tahu susu, kamu juga bisa mendapatkan alternatif oleh-oleh lain untuk dibawa pulang. Lokasinya di Jl. Raya Lembang No.177, Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Harganya juga cukup murah mulai dari  25,000 IDR per bungkus.

    5. Bandros

      Salah satu camilan tradisional kota Bandung yang paling diminati adalah bandros. Kue dari campuran tepung beras dan santan ini berbentuk seperti pukis dengan rasa gurih. Ada taburan gula pasir untuk menambah cita rasa. Kini variannya sudah beragam. Salah satu yang menyajikan dengan cara unik adalah bandros Cowboy Cisangkuy. Ada beragam rasa ditawarkan, mulai dari green tea, keju, coklat hingga beberapa merek coklat kenamaan. Di sini, kamu tetap bisa mendapatkan bandros versi original, kok! Lokasinya berada di Jl. Cisangkuy No.56, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Hargapun sangat terjangkau mulai dari 8,000 IDR hingga 45,000 IDR per porsi, tergantung pilihan rasa.

    6. Cireng

      Kamu pasti udah pada kenal dengan makanan yang satu ini kan. Kalau belum, kenalan dulu dengan makanan khas kota Bandung yang satu ini. Kenapa disebut dengan Cireng? Cireng (singkatan dari aci di goreng “kata orang Sunda” untuk tepung kanji yang digoreng), jajanan yang satu ini sangat populer di daerah Priangan yang dijual dlaam berbagai bentuk dan harga variasi yang berbeda-beda.

      Jajanan yang satu ini sangat terkenal di era 80-an. Untuk bumbu tambahan cireng adalah dari tepung kanji, tepung terigu, merica, air, bubuk, garam, kedelai, daun bawang serta minyak goreng. Cireng yang satu ini enaknya kalau dimakan saat hangat dan ditemani saus sambel yang pedas loh.

    7. Wajit Cililin

      Wajit Cililin- Merupakan makanan khas Bandung yang terbuat dari beras ketan, gula merah dan kelapa yang dimasak menjadi satu. Makanan khas Bandung ini merupakan oleh oleh asli Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Ada banyak macam wajit, namun wajit cililin ini mempunyai keunikan tersendiri, yakni dibungkus dengan cangkang buah jagung. Dengan rasa gula manis yang sangat kuat, kalau di daerah lain mirip dengan jenang namun ini lebih kasar karena ada kelapanya.

    8.  Rujak Cuka

      Makanan khas Bandung ini sudah tersebar dimana mana. Namun, rujak ini sangatlah berbeda daripada umumnya, makanan ini adalah makanan tradisional, yang terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu rujak serta ditambah cuka agar aroma makanan ini lebih sedap. Campuran Cuka membuat berbeda dengan rujak lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.