• April 16, 2024

Mengenal Konsep Pendidikan Jepang, Salah Satu Terbaik di Dunia

Salah satu yang membuat Jepang menjadi negara maju adalah konsep pendidikan Jepang mampu membuat siswanya memiliki prestasi juga kemampuan bertahan hidup.

Negara yang memiliki julukan Negeri Sakura ini berhasil meminimalkan pengangguran dengan mempersiapkan sumber daya manusia siap kerja.

Jepang mampu menerapkan sistem pengajaran terbaik di sekolah sehingga kualitas lulusannya dapat terserap dengan baik di berbagai industri. Apa saja faktor yang memengaruhi kesuksesan pendidikan di Jepang, berikut penjelasannya.

10 Faktor yang Memengaruhi Kesuksesan Konsep Pendidikan Jepang

Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang baik memang dibutuhkan pendidikan sebagai pondasi dasar. Di Jepang, sekolah dianggap sebagai batu loncatan penting kehidupan, tempat belajar berbagai keahlian akademik maupun pelajaran dasar bertahan hidup.

Inilah yang membuat siswa memahami pelajaran dan pengetahuan dengan lebih baik. Selain itu, faktor berikut juga memengaruhi keberhasilan penerapan pengajaran di sekolah-sekolah Negeri Sakura ini:

  1. Mengutamakan Kualitas Guru dan Tenaga Pengajar

    Faktor pertama yang menyebabkan konsep pendidikan Jepang sukses adalah mengutamakan kualitas pengajarnya. Guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah merupakan sumber daya manusia berkualitas.

    Para pengajar melalui pelatihan ketat dan mendapatkan pelatihan yang baik. Pemerintah Jepang juga aktif memberikan bantuan pelatihan sehingga keterampilan pengajar akan sesuai standar kurikulum ditentukan.

    Dengan kemampuan pengajar yang baik, pembelajaran dilakukan dengan metode interaktif dan mendalam. Hal ini membuat pemahaman siswa akan materi pembelajaran benar-benar bagus.

  2. Menerapkan Kurikulum Komprehensif

    Faktor berikutnya adalah kurikulum pengajaran di Negeri Sakura dirancang sedemikian rupa sehingga bisa mencakup berbagai aspek hidup. Termasuk pengajaran tentang moral dan keterampilan sosial.

    Kurikulum komprehensif ini bukan hanya fokus pada nilai akademik, tapi juga pada pelajaran seni, musik, dan olahraga. Jadi, kemampuan siswa bukan hanya dilihat dari nilai akademisnya saja, melainkan juga dari keterampilan lainnya.

  3. Adanya Budaya Kerja Keras dan Disiplin

    Konsep pendidikan Jepang sukses besar menghasilkan SDM yang bagus karena adanya budaya disiplin dan kerja keras ditekankan pada siswa sejak dini. Peserta didik diajarkan untuk mengikuti peraturan sekolah, seperti aturan jam masuk dan berpakaian.

    Selain itu, nilai kehidupan ini telah diterapkan sejak jenjang sekolah paling awal. Seperti diajarkan untuk memiliki etos kerja yang kuat, tanggung jawab, kerjasama, dan ketekunan.

  4. Menggunakan Sistem Evaluasi yang Adil

    Jika di Indonesia fokus penilaian adalah nilai akademik, maka di Jepang penilaian diukur dengan melihat pemahaman dan keterampilan siswa. Jadi, tidak hanya mementingkan berapa skor akademik lewat ujian atau tes.

    Hal ini memberikan kesempatan pada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Bukan hanya siswa dengan nilai akademis bagus bisa mendapatkan nilai evaluasi yang baik.

  5. Pendidikan Vokasional Berkualitas

    Keberhasilan konsep pendidikan Jepang juga dipicu adanya pengajaran vokasional yang sangat baik. Jadi, siswa akan mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan karier sejak dini.

    Persiapan karier ini dipengaruhi dengan minat dan bakat serta nilai akademis. Selain itu, juga melihat keterampilan dimiliki oleh setiap siswa.

    Hal ini akan membantu mengurangi tingkat pengangguran karena siswa sudah memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh bursa kerja.

  6. Adanya Riset serta Inovasi

    Dukungan besar oleh Pemerintah Jepang dalam hal pendidikan melalui lembaga pemerintahan selalu diberikan, terutama untuk melakukan riset dan inovasi.

    Dengan penelitian oleh lembaga pendidikan, ditemukan penemuan-penemuan yang dapat meningkatkan inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga menjadi salah satu penunjang terciptanya lebih banyak peluang kerja.

  7. Budaya Masyarakat yang Mendukung Wajib Belajar

    Berhasilnya konsep pendidikan Jepang juga dipengaruhi oleh budaya masyarakat yang sangat menghargai pentingnya wajib belajar. Mulai dari orangtua, guru, hingga masyarakat memberikan dukungan kuat agar pelajar bisa meraih kesuksesan akademik.

    Sebab orang-orang Jepang tahu bahwa pondasi dari sebuah negara agar bisa bertahan dan berkembang adalah pendidikan melalui sekolah. Dari sekolah berbagai ilmu serta keahlian didapatkan sehingga peserta didik nantinya dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

  8. Pendidikan Dimulai dengan Pengembangan Intelektual Anak

    Langkah awal penerapan pendidikan yang diterapkan oleh Pemerintah Jepang bukanlah kemampuan akademis, melainkan bagaimana mengembangkan intelektual anak.

    Pendidikan pertama untuk anak-anak adalah bagaimana cara agar bisa mandiri dan bertahan hidup. Mulai dari memberi pelajaran bagaimana keterampilan hidup yang dapat membentuk pola kebiasaan sehari-hari bersifat positif.

    Sebagai contoh materi kemandirian, seperti bagaimana cara menggosok gigi, makan, latihan buang air besar sendiri, dan lain sebagainya.

  9. Menitikberatkan Pembelajaran Tertentu pada Setiap Tingkat Pendidikan

    Faktor sukses konsep pendidikan Jepang berikutnya adalah adanya titik berat pembelajaran pada tiap tingkat pendidikan. Misalnya, pada taman kanak-kanak diajarkan keterampilan hidup.

    Lalu di tingkat sekolah dasar awal, kelas 1-2 diajarkan pelajaran kebiasaan hidup. Kemudian di tingkat selanjutnya akan dikenalkan pelajaran bahasa Jepang dan berhitung.

    Pada tingkat sekolah menengah pertama, barulah pembelajaran dititikberatkan pada mata pelajaran yang lebih banyak, seperti bahasa Jepang, matematika, IPA dan IPS.

    Selain pendidikan formal, peserta didik juga diwajibkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Jadi, peserta didik akan mendapatkan keahlian tambahan selain pembelajaran waktu normal di sekolah.

  10. Ada Aturan Wajib Belajar 9 Tahun

    Jepang menerapkan aturan wajib belajar 9 tahun yaitu SD dan SMP, sama seperti Indonesia. Bedanya, orangtua di Negeri Sakura ini akan mendapatkan sanksi hukuman apabila tidak menyekolahkan anak di usia sekolah.

Mesipun tidak berfokus pada akademik, dan lebih condong pada pengetahuan dan keterampilan hidup, pendidikan di Jepang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
Ini artinya, konsep pendidikan Jepang memang layak disebut sebagai salah satu terbaik di dunia dan dapat menjadi contoh untuk diterapkan pada dunia pendidikan Indonesia.